ac bisa dingin

AC atau Air Conditioning/Air Conditioner dalam Bahasa Indonesia yaitu penyejuk udara atau pendingin udara adalah suatu alat elektroknik yang berfungsi untuk menyesuaikan dan mengkondisikan suhu dalam ruangan. AC bisa dingin juga terjadi karena adanya proses penguapan di dalamnya.

Fungsi Utama AC adalah mengatur suhu dalam ruangan. Tidak hanya mengatur pendinginan saja, alat ini juga tersedia dan bisa mengatur pemanasan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Selain dari mengatur suhu dalam ruangan, AC juga bisa mengatur kelembapan udara, dan membersihkan udara.

AC bisa mengeluarkan udara dingin karena adanya komponen-kompenen penting yang membuatnya bisa menurunkan suhu pada ruangan. AC bisa dingin karena di dalamnya ada berupa zat atau fluida yang mengalir.  Ada banyak tahap pada komponennya agar AC bisa mengeluarkan udara dingin. Zat pada AC ini juga akan melakukan proses kondensasi atau perubahan wujud secara berulang agar AC bisa mengeluarkan udara yang dingin atau sejuk.

Penemu AC

Alat Elektronik ini ditemukan oleh seorang Insinyur yang bernama Willis Carrier. Dia mampu mengembangkan AC modern pertama di dunia tahun 1902 dan mendapatkan hak paten sebagai penemu AC modern tersebut pada tahun 1906.

Awalnya, AC merupakan alat yang berguna untuk pendinginan mesin-mesin industri. Bahkan alat ini dulu juga merupakan barang yang mewah, sehingga hanya perusahaan-perusahaan dan orang-orang berduit saja yang memilikinya.

Setelah perang dunia II usai, masyarakat sudah tidak menganggap lagi AC sebagai barang mewah. Masyarakat sudah dapat memasang alat ini di rumah mereka atau di tempat lainnya.

Baca Juga: Kenapa Komputer Diciptakan?

Komponen dan Sistem Kerja AC

Pada dasarnya sistem kerja AC yaitu menyerap udara panas yang ada di dalam ruangan, kemudian melepaskannya keluar ruangan. Umumnya AC menggunakan sistem unit terpisah atau split system unit yaitu Salah satu bagian unitnya terdapat di dalam ruangan dan yang satunya lagi berada di luar ruangan.

Unit yang berada di dalam ruangan atau Indoor, berfungsi sebagai penyerap panas. Unitnya terdiri dari evaporator, blower, saringan atau strainerkatup ekspansi, termostat yang berguna untuk pengatur suhu, dan lain-lain.

Sedangkan yang berada di luar ruangan atau outdoor, berfungsi sebagai pelepas panas. Unitnya terdiri dari kondensor, Fan atau kipas kondensor, kompresor, pipa kapiler, dan lain-lain.

Proses Dasar Cara Kerja AC

Awalnya, di dalam AC terdapat cairan atau zat senyawa refrigeran yang akan terus mengalir di dalam unit Indoor maupun Outdoor. Cairan ini akan menyerap panas yang berada di dalam ruangan melalui evaporator.

Evaporator yang berisikan refrigeran akan membantu proses penyerapan udara panas yang ada di ruangan. Kemudian hasil refrigeran tersebut akan berubah wujud dari cair menjadi gas atau uap.

Zat tersebut akan masuk kedalam komponen kompresor yang akan membantu meningkatkan tekanan dan juga memompa zat refrigeran ke kondensor. Proses pada kompresor ini akan meningkatkan suhu udara yang panas dan tekanan yang tinggi.

Baca Juga: Kenapa Pesawat Bisa Terbang?

Suhu udara tinggi atau panas yang ada di kompresor ini akan dilepas melalui kondensor yang berada di luar ruangan. Pelepasan suhu keluar ruangan ini juga dibantu komponen fan atau kipas agar lebih mudah dan efektif pelepasannya. Sewaktu pelepasan panas pada kondensor, zat refrigeran tersebut berubah kembali menjadi cair dan suhunya mulai turun atau dingin.

Setelah itu, zat refrigeran akan mengalir ke katup ekspansi yang akan membatasi aliran dan mengurangi tekanannya menjadi rendah. Zat yang memiliki suhu dan tekanan yang rendah ini akan terus mengalir ke bagian pendingin evaporator dan menyebar ke dalam ruangan. Proses ini akan terjadi secara berulang hingga suhu atau temperatur udara di dalam ruangan menjadi dingin sesuai dengan keinginan.

Kenapa AC Bisa Mengeluarkan Udara Dingin

Dari dasar cara kerjanya, AC bisa mengeluarkan udara yang sejuk atau dingin karena proses dan fungsi komponen-komponennya yang terhubung dengan pipa berisikan zat senyawa yaitu refrigeran yang mengalir.

Komponen-komponen AC akan melakukan proses penyerapan udara ruangan, kemudian melakukan pemompaan zat  agar alat yang berada di luar ruangan bisa melakukan pembuangan atau pelepasan udara panas. Ssetelah itu refrigeran yang mengalami tekanan yang tinggi saat pemompaan, komponen katup ekspansi akan membantu menurunkan tekanan zat tersebut.

Kemudian zat ini akan menyebar ke dalam ruangan setelah suhu dan tekanannya rendah. Proses ini terjadi secara berulang hingga suhu atau temperatur udara di dalam ruangan  sudah menjadi dingin sesuai dengan keinginan.

tag

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Artikel yang Lainnya

Rekomendasi untuk Anda