Cabai merupakan jenis tanaman yang sangat populer di Asia Tenggara. Tanaman pedas yang satu ini terdiri dari berbagai warna mulai dari merah, hijau, kuning dan putih. Mulanya cabai berasal dari Benua Amerika, kemudian dibawa bersama tumbuhan lainnya ke Eropa dan setelah itu pedagang eropa membawa ke Asia Tenggara. Penikmat pedas cabai terjadi di beberapa negara, misalnya seperti Indonesia, Thailand, India, Meksiko, China, dan Korea Selatan.

Cukup banyak orang-orang yang menyukai makanan pedas. Pedas yang mereka rasakan tersebut dapat meningkatkan nafsu makan dan membuatnya menjadi ketagihan ketika makan. Saat memakan makanan pedas, hormon endorfin otomatis akan melepas sehingga akan menimbulkan rasa gembira dan menyenangkan.

Hormon endorfin adalah jenis hormon dan senyawa kimia yang membuat seseorang merasa bahagia atau senang. Hormon ini juga membantu untuk meredakan nyeri dan stres serta berfungsi untuk kekebalan tubuh.

Penyebab Kenapa Cabai bisa Pedas

Penyebab cabai pedas adalah senyawa kimia yang ada di dalam cabai tersebut yang bernama Kapsaisin atau dalam Bahasa Inggris yaitu Capsaicin. Kapsaisin ini kebanyakan berada di bagian daging putih tempat menempelnya biji, bentuk senyawa ini mirip dengan minyak. Jadi, yang membuat pedas cabai tersebut bukan bijinya melainkan daging putih tempat menempelnya biji tersebut.

Pedas ini muncul karena zat senyawa kapsaisin ini bersentuhan dengan reseptor rasa sakit pada mulut, kemudian otak akan merespons senyawa tersebut sehingga merasakan rasa panas, pedas, dan mulut yang terbakar. Setelah itu, tubuh akan melepaskan endorfin sehingga akan menimbulkan perasaan senang, kepedasan serta juga akan membantu meredakan nyeri dan kekebalan tubuh.

Zat kapsaisin ini tidak larut dalam air, yang berarti meminum air saja tidak akan menghilangkan rasa pedas atau zat tersebut. Zat ini sama halnya dengan minyak, jadi untuk mengatasinya bisa dihilangkan dengan lemak atau minyak. Susu juga bisa menghilangkan rasa pedas karena protein dalam susu yang bernama kasein, ini dapat menyerap dan menggumpalkan kapsaisin yang ada pada lidah.

Baca Juga: Kenapa Air Laut Asin?

Kenapa Kepedasan Tiap Jenis Cabai Berbeda?

Tiap jenis cabai memiliki tingkat kepedasan yang berbeda-beda. Jadi, semakin banyak kadar senyawa kapsaisin pada cabai, semakin pedas juga cabai tersebut. Alat untuk pengetesan tingkat kepedasan cabai menggunakan alat pengukur yang bernama Scoville Heat Unit (SHU).

Tiap jenis cabai memiliki tingkat kepedasan yang berbeda karena banyaknya senyawa kapsaisin pada cabai. Pada sebuah paprika nilai Scoville-nya hanya 0, tanaman paprika rasanya cenderung manis. Sedangkan pada cabai rawit memiliki nilai sebesar 100 ribu SHU. Untuk cabai Cayenne yang biasa dikonsumsi penduduk Indonesia pada umumnya memiliki nilai sebesar 25 ribu – 50 ribu SHU.

Cabai terpedas di dunia yang tercatat namanya di Guinness Book of World Records adalah cabai Carolina Reaper. Pada tahun 2013, cabai ini berhasil mengalahkan pemegang rekor sebelumnya yaitu Trinidad Scorpion Butch T dengan nilainya yaitu 1.569.300 SHU.

caroline reaper, kenapa cabai pedsa
Efek Samping Terlalu Banyak Memakan Cabai

Ada banyak manfaat cabai bagi kesehatan tubuh terutama banyaknya kandungan vitamin C-nya. Zat kapsaisin yang ada di dalam cabai juga berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Tidak hanya itu, zat ini juga efektif untuk menurunkan kadar kolesterol pada tubuh.

Cabai juga memiliki efek samping jika terlalu banyak memakannya seperti, tenggorokan yang panas, sakit perut, berkeringat, dan kulit yang menjadi kemerahan. Tidak hanya itu, Kepedasan juga bisa menyebabkan tuli sementara karena produksi air liur yang berlebihan sehingga menyumbat saluran yang menghubungkan tenggorokan dan telinga yaitu saluran eustachi.

Tanaman yang Pedas Selain Cabai

Selain Cabai, masih ada tanaman lain yang juga pedas seperti, Wasabi, Merica, Jahe, dan masih banyak lagi tanaman-tanaman lainnya.

tag

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Artikel yang Lainnya

Rekomendasi untuk Anda