1. Beranda
  2. Sejarah
  3. Kenapa Thailand Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain?

Kenapa Thailand Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain?

Sejarah
kenapa thailand tidak pernah dijajah

Semua negara yang berada di ASEAN pernah menjadi jajahan bangsa lain. Indonesia pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang, Malaysia pernah dijajah oleh Inggris, Vietnam oleh Prancis dan setelah merdeka -pun dijajah oleh Amerika Serikat, Kamboja dijajah oleh Prancis, dan Laos juga oleh Prancis. Namun, ada satu negara yang belum pernah dijajah sama sekali, negara tersebut adalah Thailand.

Thailand adalah negara Asia tenggara yang berbatasan dengan Negara Laos, Kamboja, Malaysia, dan Myanmar. Dalam bahasa Thailand, nama resmi Thailand adalah ราชอาณาจักรไทย Ratcha Anachak Thai. Dulunya negara ini bernama Siam dan berhasil menguasai wilayah Laos, Kamboja, dan sebagian Malaysia.

Thailand tidak terjajah bukan karena tidak memiliki rempah-rempah yang sedikit atau negara yang miskin. Akan tetapi negara Thailand memiliki berbagai cara agar wilayahnya tidak terkuasai oleh negara-negara eropa.

Peta Thailand, kenapa thailand tidak pernah dijajah

Kejadian Pada Abad ke 19

Ada alasan dan kejadian membuat Thailand yang memiliki simbol Gajah Putih ini menjadi satu–satunya negara di ASEAN yang tidak pernah dijajah oleh negara lain. Kejadiannya bermula saat itu pada Abad ke 19, di Burma, yang sekarang bernama Myanmar. Negara ini merupakan daerah yang berbatasan dengan Siam di bagian Barat, sebagian wilayahnya sudah menjadi kekuasaan kerajaan Alaungpaya.

Kerajaan Alaungpaya sudah terlibat perang dengan Inggris sejak tahun 1824, yang pada akhirnya kekuasaan Alaungpaya berhasil terkuasai oleh Inggris. Kerajaan Alaungpaya sudah menjadi musuh bagi Siam sejak terjadinya peperangan dengan kerajaan Ayutthaya pada tahun 1765 yang waktu itu pada masa kepemimpinan Raja Ramathibodi I atau Rama I.

Siam

Siam Melakukan Perjanjian dan Diplomasi

Pada tahun 1826, terjadi ancaman kolonialisme dengan Eropa setelah kemenangan Britania Raya di Burma. Raja Rama III yang menjadi pimpinan kerajaan Siam waktu itu, pada tahun yang sama juga menandatangani perjanjian dengan Inggris yaitu bernama perjanjian Burney yang berisikan tentang hak untuk berdagang bagi Inggris di daerah Kelantan dan Terenggu tanpa campur tangan Siam, kemudian Siam juga akan menjadi sekutu Inggris, dan perjanjian-perjanjian lainnya.

perjanjian burney,kenapa thailand tidak pernah dijajah

Seiring dengan berjalannya waktu, perdagangan di Siam pun juga meningkat dengan pesat, banyak orang asing yang menetap di Bangkok, budaya barat pun juga mulai menyebar. Bahkan pada tahun 1833 Siam juga mulai menjalin hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Konflik pada Masa Kepemimpinan Raja Rama V

Pada tahun 1893, terjadi perseteruan antara Prancis dengan Siam di sungai Mekong. Prancis waktu itu juga membawa kapal perang miliknya untuk menuntut Raja Siam yang telah dipimpin oleh Raja Rama V yaitu Raja Somdetch Phra Paramindr Maha Chulalongkorn agar memberikan wilayahnya di sungai Mekong kepada Prancis. Sebelumnya Prancis sudah menguasai wilayah Vietnam, Laos, dan Kamboja, serta juga sudah membangun protektorat di selatan timur Vietnam.

Pemerintah kerajaan Siam meminta bantuan kepada Inggris namun, mereka menolak karena tidak ingin terlibat dalam masalah tersebut. Siam akhirnya memberikan wilayah Timur Sungai Mekong kepada Prancis karena kekuatan militer yang tidak sebanding dengan Prancis.

Walaupun sudah menguasai wilayah sungai Mekong, Prancis masih memiliki keinginan untuk menguasai seluruh wilayah Siam lalu akan membagikan wilayahnya dengan Inggris. Pada tahun 1896, Inggris dan Prancis melakukan perundingan yang berisi jika Inggris membantu Prancis maka Prancis akan memberikan wilayah di sebelah barat Sungai Chao Pharaya.

Setelah mendengar hal itu, Raja Chulalongkorn atau Raja Rama V, mulai melakukan modernisasi besar– besaran khususnya di institusi kerajaan dan politik. Sang raja tahu bahwa kerajaan Siam dalam masalah besar dan akan habis jika tidak melakukan modernisasi dan reformasi sosial.

Raja Rama V, kenapa thailand tidak pernah dijajah

Siam mengirim utusannya untuk bernegosiasi dengan Inggris supaya wilayah mereka sebaiknya menjadi penyangga atau buffer zone antara kolonial Inggris di Burma, India, dan Malaya dengan Prancis di Indochina, agar tidak mempunyai batasan wilayah secara langsung. Tujuannya adalah jika terjadi konflik maka akan mudah untuk mencegahnya. Inggris menyetujui hal tersebut dan rencana Prancis pun gagal untuk menguasai Siam.

Pada tahun 1907, Prancis yang masih belum menyerah melakukan perjanjian dengan Siam dan menandatangani perjanjian perbatasan modern. Siam menyerahkan sebagian kecil wilayahnya yang ada di sebelah barat hilir sungai Mekong. Di sebelah selatan, Siam melepas Semenanjung Malaka bagian utara untuk Inggris.

Keberhasilan Thailand Tidak dijajah Negara Lain

Walaupun kehilangan beberapa wilayah, Siam berhasil bertahan dan tetap menjadi negara satu–satunya di ASEAN yang tidak pernah terjajah oleh negara lain.

Raja Chulalongkorn berhasil menyelamatkan Siam dari kolonialisme Barat sehingga Chulalongkorn memperoleh julukan Phra Piya Maharaj. Raja Rama V meninggal pada tanggal 23 Oktober 1910 terkena penyakit ginjal. Thailand menganggap Raja Rama V sebagai salah satu raja terbesar dan terbaik bagi Thailand bahkan patungnya menjadi monumen di Bangkok.

Setelah Raja Chulalongkorn meninggal, putranya yang bernama Raja Vajiravudh menggantikan ayahnya dan mendapat gelar sebagai Rama VI, dia juga belajar di Inggris dan juga meneruskan reformasi ayahnya. Nama Siam berubah menjadi Thailand pada tahun 1932 dan perdana menterinya yang bernama Plaek Pibulsonggram baru mengumumkan di tahun 1939.

Hubungan dengan Negara Lain

Pada saat perang dunia kedua, Jepang membantu Thailand untuk merebut kembali wilayah yang telah diduduki Prancis.  Thailand akhirnya melakukan invasi di wilayah Indochina Prancis dan juga merebut wilayah Laos. Perang tersebut berakhir lewat mediasi Jepang, Thailand memaksa Prancis agar melepas wilayah sengketa yang telah mereka kuasai. Bahkan, Thailand juga membantu Jepang untuk melawan Amerika Serikat.

Pada saat setelah kekalahan Jepang, Inggris dan Prancis menanggap Thailand merupakan negara yang kalah dalam perang. Thailand kemudian justru menjadi sekutu negara Amerika Serikat setelah perang usai.

Kenapa Thailand Tidak Pernah Dijajah?

Jadi dapat disimpulkan, Alasan kenapa Thailand tidak pernah dijajah adalah karena Thailand melakukan modernisasi besar-besaran dan reformasi sosial sehingga membuat kemajuan dan perubahan di kerajaan Siam. Thailand juga melakukan diplomasi atau negosiasi dengan negara Prancis dan Inggris demi mempertahankan wilayahnya.

Selain itu, Thailand memiliki hubungan yang baik dengan negara lain seperti Jepang dan Amerika Serikat. Thailand dengan cerdiknya juga bisa memanfaatkan persaingan dan ketegangan yang terjadi di Indochina Prancis, dan Inggris. Thailand juga menjadi negara buffer antara Indochina Prancis dengan Inggris.

tag

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Artikel yang Lainnya

Rekomendasi untuk Anda